Beberapa Formasi Rekrutmen CPNS 2017 Pemprov NTB

Simulasi Cat CPNS Online 2017

CPNS 2017- Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dipastikan akan dilakukan tahun ini.  Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sendiri akan mengusulkan lebih dari 200 kuota CPNS ke pemerintah pusat. Kuota 200 lebih CPNS terebut, hanya untuk lingkup Pemprov NTB saja. Sementara, pemerintah kabupaten/kota juga akan mengusulkan kuota CPNSsesuai dengan kebutuhannya.

“Surat Edaran MenPAN-RB sudah kita terima minggu lalu. Tahun ini jumlah kuota yang akan diusulkan Pemprov ada 200 lebih,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H Fathurahman saat ditemui Radar Lombok (Jawa Pos Group) di ruang kerjanya, Senin kemarin (8/5).

Untuk kuota di kabupaten/kota, BKD Provinsi telah melayangkan surat agar segera disusun kebutuhan formasi.

formasi rekrutmen cpns 2017

Diharapkan dalam waktu dekat pemkab/kota sudah bisa menyerahkan hasilnya ke pemprov untuk segera ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

Dipaparkan Fathurahman, formasi CPNS yang akan diusulkan untuk lingkup Pemprov NTB yaitu jabatan guru SMA/SMA, dokter umum dan spesialis, perawat ahli, perawat terampil, analis pelabuhan, analis pelayanan usaha, mineral dan batubara, teknik jalan, jembatan ahli pratama dan lain-lain.

“Itu beberapa contoh formasi yang akan kita buka. Nanti bisa saja bertambah sesuai dengan kebutuhan Pemprov,” terangnya.

Fathurahman meyakini, untuk formasi di tingkat kabupaten/kota juga tidak terlalu berbeda jauh. Pemprov akan merekrut guru SMA/SMK karena memang telah menjadi kewenangannya.

Begitu juga dengan pemkab/kota tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan dan kewenangan yang ada. Untuk proposal pengusulan CPNS sendiri, sampai saat ini belum dilakukan. Pemprov masih menunggu berkasnya lengkap. Termasuk usulan dari kabupaten/kota karena akan disatukan untuk dikirim ke pusat.

“Kita kan sudah surati SKPD di pemprov dan pemkab/kota juga, tinggal menunggu semuanya rampung, barulah kita kirim ke pusat,” ucap Fathurahman.

Untuk jadwal pengusulan ke pusat, Fathurahman memprediksi bisa dilakukan pekan depan. Setelah semuanya rampung, kuota CPNS secara mendetail di seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) juga akan jelas. Termasuk formasi apa saja yang dibutuhkan setiap daerah.

Dalam proposal yang masih dirampungkan, harus dijabarkan secara rinci kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan serta analisis beban kerja. Mengingat rekrutmen kali ini paska moratorium dua tahun, Kementerian meminta untuk jabatan yang lebih spesifik dan membutuhkan keahlian khusus.

Selain rekrutmen yang dibutuhkan untuk guru spesifik, dokter, perawat dan jabatan-jabatan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, NTB juga membutuhkan PNS untuk tenaga khusus yang memiliki kemampuan di bidang perhubungan dan IT alias Tekhnologi Informasi. “Kita kan kekurangan untuk tenaga IT yang ahli komputer,” katanya.

Rekrutmen tahun ini benar-benar mengutamakan kualitas. Mulai dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus minimal 3,8. Namun secara detail, dirinya belum mengetahui tekhnis rekrutmen. Pihaknya hanya mempersiapkan proposal usulan. Kemudian setelah itu tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat. Terdapat berbagai kemungkinan untuk mekanisme rekrutmen. Bisa saja pemerintah pusat yang langsung melakukan rekrutmen.

Ada juga kemungkinan diserahkan ke Pemprov atau Pemda masing-masing. “Hari Rabu kita ada Rakor BKD se-Indonesia, salah satu yang akan dibahas tentang rekrutmen ini,” terangnya. Kepada semua pemkab/kota, Fathurahman mengimbau untuk membuat usulan yang memperhatikan potensi daerah. Jangan sampai kesempatan pembukaan CPNSmenjadi sia-sia dan kurang berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan daerah.
Sumber: http://rakyatsulsel.com/inilah-beberapa-formasi-rekrutmen-cpns-2017.html

Rekrutmen CPNS 2016 Formasi guru di Surabaya mendesak

Komisi D Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Kota Surabaya menyatakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru di Kota Pahlawan mendesak digelar menyusul banyaknya guru yang pensiun pada 2016.

“Kami berharap ini menjadi perhatian serius dari pemerintah kota dan pemerintah pusat. Jangan sampai persoalan kekurangan guru ini berlarut-larut sehingga mengganggu dunia pendidikan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Junaedi kepada Antara di Surabaya, Senin.

Hal sama dikatakan anggota Komisi D lainnya Khusnul Khotimah. Ia mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa pemerintah pusat akan menggelar rekrutmen CPNS pada 2016 di sejumlah daerah khususnya Surabaya pada 29 Agustus hingga 12 September 2016.

Formasi tenaga pendidik, lanjut dia, diprioritaskan untuk guru 3T (terluar, terdepan, tertinggal) jumlahnya, sekitar 3.000-an. “Kami berharap proses rekrutmen CPNS dapat berjalan lancar, sehingga kebutuhan akan guru dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Menurut dia, guru-guru yang lulus tes CPNS adalah guru pilihan yang terbaik dengan memiliki kompetensi, skill, kreatif serta inovatif. “Sehingga mampu memberikan sumbangsih dalam peningkatan kualitas pendidikan di Surabaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan memperkirakan pada 2017 nanti pendidikan Surabaya akan kekurangan guru, sebab pada tahun ini ada sekitar 137 guru di Surabaya yang akan pensiun.

“Tapi Alhamdulillah, di sekolah-sekolah kita, tidak hanya ada guru PNS saja, ada guru non-PNS juga,” ujarnya.

Justru untuk guru SD, kata Ikhsan, dengan komposisi demikian masih ada kelebihan guru, sedangkan untuk SMP, SMA, dan SMK masih kekurangan. “Kekurangan ini untuk mata pelajaran tertentu, bisa diatasi dengan guru saling mengisi. Terutama untuk guru dengan mata pelajaran serumpun,” katanya.

Saling mengisi seperti dijelaskan oleh Ikhsan, mengakibatkan guru yang normalnya bekerja 24 jam seminggu, bisa bekerja hingga 40 jam. “Guru yang ada dioptimalkan, ini sesuai dengan Undang-Undang. Minimal 24 jam, maksimal 40 jam. Saya yakin mereka mengerti,” ujarnya.

Ikhsan menyebutkan kekhawatiran akan kekurangan guru justru untuk tahun 2017. Sebab pada tahun itu ada sebanyak 285 orang guru yang akan pensiun. Adapun rincian guru yang akan pensiun pada 2017, untuk guru SD ada 137 orang, SMP ada 62 orang, SMA sebanyak 65 orang, dan SMK ada 21 orang yang pensiun.

“Sekarang ini, kalau kami diberikan wewenang untuk merekrut guru, yang paling dibutuhkan adalah guru agama dan olahraga,” katanya.

Kemenag Sragen Bantah Sediakan formasi cpns

Kementerian Agama (Kemenag) Sragen membantah menyediakan kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk organisasi kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).  Hal itu terungkap dalam persidangan dugaan penipuan CPNS dengan terdakwa mantan koordinator FPI Sragen, Sarwanto alias Abu Faiz yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

Analis Jabatan, Bidang Kepegawaian, Kemenag Sragen, M. Rifai Latief, dihadirkan dalam persidangan kedua dengan agenda permintaan keterangan saksi. Kepada majelis hakim yang diketuai Agung Nugroho, Latief membantah adanya jalur belakang tanpa ujian untuk merekrut CPNS di lingkungan Kemenag Sragen.

”Selama ini hanya ada dua jalur seleksi CPNS yakni umum dan honorer khusus pegawai yang memiliki SK [surat keputusan] pengangkatan minimal 2005,” kata Latief dalam persidangan yang mendapat pengawalan dari belasan anggota FPI Soloraya itu.

Latief menegaskan sejak 2011 hingga 2014 tidak ada perekrutan CPNS di lingkungan Kemenag Sragen. Pada 2010, terdapat delapan formasi lowongan CPNS di lingkungan Kemenag Sragen. Formasi tersebut ditentukan oleh Kemenag pusat.

”Penempatan CPNS itu memang di daerah. Tetapi, jumlah formasi ditentukan pusat. Daftarnya pun harus ke Menteri Agama. Jadi, Kemenag Sragen tidak buka lowongan. Apalagi menyediakan kuota [CPNS] khusus ormas,” terang Latief.

Majelis hakim juga menghadirkan Joko Sriyono, salah satu korban penipuan CPNS yang dilakukan Abu Faiz. Warga Tanjungsari, Pungsari, Plupuh, itu mengaku sudah menyerahkan uang secara bertahap masing-masing senilai Rp50 juta, Rp36 juta dan Rp18 juta kepada Abu Faiz. Joko tergiur dengan tawaran menjadi CPNS dari Abu Faiz yang dikenalnya sebagai Ketua FPI Sragen.

”Abu Faiz melarang saya melakukan cross-check ke Kemenag Sragen. Kata dia, penerimaan CPNS itu melalui jalur belakang sehingga tidak perlu di-cross-check. Dia menjanjikan saya diterima sebagai PNS tanpa ujian. Saya juga tidak perlu membuat surat lamaran karena sudah dibuatkan dia. Jadi, saya tinggal terima jadi,” terang Joko.

Sementara itu, Abu Faiz tidak membantah keterangan yang disampaikan Latief yang didatangkan dari Kemenag sebagai saksi. Namun, dia membantah keterangan Joko yang menyebutnya telah mencatut nama FPI.

”Saya itu dulu memang ketua ormas, saya sebagai ketua ormas, tapi saya tidak menyebut nama ormas,” kata Abu Faiz.

Pernyataan dari Abu Faiz itu mendapat bantahan balik dari Joko Triyono. Dia menyebut Abu Faiz beberapa kali mengatakan dia sebagai ketua FPI Sragen. ”Dia mengaku ketua FPI Sragen. Saya sendiri pernah diberi kaus berlogo FPI oleh dia. Bahkan, saya juga pernah diajak demo oleh dia,” terang Joko.